Blogger Widgets

Tuesday, July 30, 2013

Amazing REGAR 2013

The first day..
Inbound with team 7!
I haven't known each of them before.
We come from different faculties.
But they really made my day.
Although we didn't win the inbound competition but we had a very good time.
They are really awesome and so funny!
 


 
 The second day..
Cold night. Fireworks. Stars. Moon.
A dedication.. for our Kahim.
They called it Amazing Night.
And I loved this night.
 




 

 
The last day..
Outbound with team 4!
Seruuuuuu poooolllllll xD
 
 
The first time I draw with my chin. Lol

 
There are the best moments I had in each day of this Regar 2013.

Sunday, July 28, 2013

Father's love



 
 
I've just watched this video since my pastor showed this video on her preaching this morning at church. This video got my tears dropping and really touched my heart. We could see here, how much the father (Dick Hoyt) loves his one and only son (Rick Hoyt) with his disability.
 
"When doctors left us alone after delivering the news, Judy and I had a good cry. Then we had a serious conversation.. I knew it wasn't going to be easy, but this was my boy, my namesake. I loved him from the moment I saw him. I was determined to be the best father I could, regardless of whether he had a disability." -- Dick Hoyt.
 
Team Hoyt Ironman 1989
 
 
And here is the other video about Father's love for his daughter. It also touched and got my tears dropping. Maybe you never wonder how much your father loves you but deep inside his heart he has a big love for his daughter and son. It's similar with Jesus' love for His children. Although sometimes His children betray Him, forget Him, disappoint Him, but He always loves and cares for us...
 
 

 
So the greatest experience I've had in my life is the realization that God is my father. He adopted me to be His very own child. Even if your relationship with your dad brought you pain or disappointment, you can discover that God is a loving Father.
 
What good things did you receive from your dad?
The gift of life? Material provision?
Physically being there at home? at special events in your life? in times of need?
Good advice? Listening and caring?
Whatever good you received from him, even if it's not much, it's important to appreciate it. take it into you soul and always thank your dad and God.
 
How do you feel inside when you pray to God and calling him "Father'?
Do feel safe and warm and cared for?
Yes I do. I see Him smiling with arms open wide to me...
 
"How great is the love of the Father has lavished on us that we should be called children of God!"
-- 1 John 3:1
 
"I will be a Father to you and you will be my sons and daughters, says the Lord Almighty."
-- 2 Corinthians 6:18
 
Thanks God for your never ending love...

Monday, July 22, 2013

First short story.

Penantian..
Hari-hari aku lalui dengan penantian yang cukup panjang.. Yang aku sendiri pun tidak tahu kapan ujungnya. Kapan penantian itu akan segera berakhir. Bagiku, menantikan sesuatu yang memang sudah pasti, sama sekali tidak masalah. Namun berbeda dengan yang kualami sekarang. Penantian ini.. hanya menantikan sesuatu hal yang belum tentu pasti. Belum tentu pasti apakah ketika aku sudah lama menunggu, sesuatu tersebut akan datang.

Jarum jam menunjukkan angka 1. Aku memandangi jam tiada henti. Tidak tahu apa yang harus aku perbuat dalam kekosongan ini. Kemudian tiba-tiba ada seorang mengetuk pintu kamar ku. Langsung dengan cepat aku pun membukanya. Ketika ku buka, tidak ada siapa-siapa disana. Lalu aku beranjak masuk kembali dan menutup pintu. Namun sebelum aku menutup pintu, mata ku terarahkan ke bawah dan melihat secarik surat dan setangkai bunga mawar yang masih segar. Yah seperti biasa.. Sudah tidak heran lagi barang-barang tersebut berada di depan pintu kamar ku. Aku sudah sering mendapatkannya dengan tidak mengetahui siapa pengirimnya karena dia hanya menuliskan "secret admirer" pada pojok kanan bawah suratnya. Lalu aku membawa surat dan bunga tersebut masuk kamar dan mulai membuka surat tersebut.


Aku tercengang.

Kali ini suratnya berbeda dengan biasanya. Biasanya dia hanya menuliskan pusi-puisi indah untukku. Namun kali ini, dia memberikan sebuat alamat resto dan mengharapkan kehadiranku pada waktu yang telah ia tuliskan.
Aku tidak sabar untuk cepat-cepat bertemu dengannya.

Dan waktu itu pun tiba. Aku berangkat menuju tempat tersebut. Setibanya aku disana, aku bingung mencari nomor meja yang telah ia tentukan. Kemudian seseorang memanggil namaku. Dan aku langsung menoleh ke arahnya. Aku sangat terkejut karena aku melihat sesosok pria tampan mengenakan pakaian simple namun sangat cocok pada tubuhnya sehingga ia terlihat sangat keren. Rambutnya mohawk dengan sentuhan gel namun tertata rapi. Aku mengira-ngira apakah dia adalah orangnya. Dan benar, dia tiba-tiba memperkenalkan dirinya dan berkata "Aku Jason, your secret admirer." sambil mengulurkan tangannya. Secara otomatis aku pun mengulurkan tanganku dan memperkenalkan diriku.


Tidak terasa 2 jam berlalu. Banyak hal yang kami telah obrolkan. Tentang kuliah, hobi, cita2, dan sebagainya. Dia pun juga sempat beberapa kali memegang tanganku dan bagiku rasanya sangat menyenangkan. Aku mulai merasa nyaman dengannya. Karena hari itu sudah malam, kemudian ia mengantarku pulang ke kos, dan kita berpamitan. Sepanjang malam aku jadi memikirkannya terus tanpa henti, mengingat-ingat moment yang kita lalui tadi.

Aku berkata dalam hati.. Tuhan apakah dia orangnya? Bagiku kalo emang dia bener adalah orangnya, penantianku ini bener-bener worth waiting for. Hahaha. Sejak itu aku menyimpulkan bahwa aku mulai suka dengannya.

Hari berganti hari kita sering bbm'an dan tiba pada suatu saat si Jason tersebut seringkali tidak membalas bbm ku lagi. Ia sering beralasan bahwa ia sibuk. Dan aku memakluminya. Namun hari demi hari dia semakin tidak pernah bbm aku lagi. Dan aku merasa sangat sedih. Sehingga aku selalu mendesaknya supaya balas bbm ku. Namun sepertinya hal itu membuat dia, ya bisa dibilang mungkin dia jadi merasa risih sama aku. Terus akhirnya dia mengaku padaku bahwa dia ngga ada rasa lebih dari sekedar "ngefans" aja sama aku. Karena cinta nya masih sama mantan nya yang dulu. Seketika itu juga hati ini terasa seperti digores pisau. Sakit... Tiba-tiba air mata mulai menetes. Yah, aku menangis tanpa henti. Selama ini mungkin aku yang terlalu GR, menganggap dia menyukaiku. Namun aku juga tak salah bukan jika berharap bahwa dia juga punya perasaan yang sama?


Apa yang kamu telah lakuin ke aku, mungkin bagimu hal biasa saja. Namun, bagiku itu adalah hal yang sangat special. Yang tidak dapat aku rasakan dengan lelaki manapun selain kamu. Aku merasa kamu berbeda, dibanding dengan lelaki lainnya. Dan awalnya aku percaya bahwa kamu lah jawaban dari penantian ku selama ini. Tapi ternyata...

Baiklah, aku akan berusaha move on dari kamu.. Aku terus meyakinkan diriku sendiri bahwa ini bukan cinta. Mungkin ini hanya ketertarikan sesaat karena aku merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku tau kok, cepat atau lambat, aku pasti akan ngelupain kamu walaupun mungkin sekarang itu terasa berat :")
Maybe now.. It's better for us to be like strangers..

*NB : I write this story based on what's on my mind, NOT based on my true story.

Thursday, July 11, 2013

My family, my everything.

I don't know when it started.. or how it all began. But God created family. He was teaching what it means.. to love, honor, and obey. He wanted a strong bond, that we don't see too much today. He wanted someone to hold us, and show respect for others. He wanted someone who'd be gentle, and so He created mother. He wanted someone strong. A support filled with love. And so He created father. Sent from heaven up above. And sister came next.
I have a lot to be thankful for. The memories through the years. The many times together. Full of laughter. Full of tears. Thanks for this family, Lord..