Pages

Tuesday, May 21, 2013

Sahabat? Cinta?

Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan, kemudian saling mencintai..

Entah kenapa akhir-akhir ini tema tulisanku adalah mengenai bestfriend. Mungkin ada sangkut pautnya dengan lagu yang aku sering dengerin lately.. Hahaha yeah, Best Friend by Jason Chen. Like what I wrote in the previous post. Hihi, iyaa, aku lagi seneng banget sama lagu satu ini since my best friends use it for the soundtrack of my birthday video. (you can see on the older post).

What are you guys thinking about my first sentence?
"Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan, kemudian saling mencintai.."
Menurut kalian apakah mungkin tumbuh rasa cinta di antara sahabat? Well, sangat mungkin sekali. Dimulai dari komunikasi intensif. Karena memang cinta datang dengan tiba-tiba, senyata-nyatanya, seada-adanya... begitu saja. Lalu.. Pantaskah mereka mencapai titik ini? Terlalu cepatkah jika mereka menyebutnya cinta? Menurut saya tidak. Terkadang ada yang selalu berada di sampingmu, mengaku temanmu, namun sebenernya dia punya perasaan lebih dari itu. Ada. Namun, tak ada yang sia-sia ketika kamu berani mengungkapkan. Keuntungannya? Melegakan perasaan. Tapi terkadang, aku berpikir.. kalau tidak mampu membuat seseorang tersenyum, maka jangan coba-coba merebut apa yang dia jaga hingga saat ini. Kalau kita cuma menuntut tanpa memikirkan perasaan orang tersebut, kita hanya akan menyakiti satu sama lain, ya kan?

Tapi tidak semua degup jantung yang memburu, pikiran yang selalu tertuju, tersenyum tanpa sebab, bisa disebut cinta...

4 comments:

  1. mana yang akan kamu pilih :
    - seseorang yang mampu membuat kamu tersenyum, yang membuat kamu bahagia, namun tidak membantu kamu untuk tumbuh berkembang menjadi lebih baik
    - seseorang yang ingin membantu kamu untuk tumbuh berkembang menjadi lebih baik, namun sulit untuk membuat kamu tersenyum, membuat kamu bahagia

    start from become a friend.. I think that's the point, karena dengan berawal dari pertemanan, maka kita bisa mengetahui pribadi orang tersebut, mengenal secara perlahan-lahan
    dibandingkan dengan langsung berawal karena berlandaskan rasa suka.. well, di dunia ini tidak ada yang abadi, pasti cepat atau lambat perasaan suka pun bisa hilang, dan apakah setelah hilang maka hubunganpun juga hilang dan retak ?

    "Karena perasaan suka itu normal, semua orang pasti mempunyai sebuah perasaan tersebut terhadap orang lain, namun yang membedakannya adalah, apakah kita mencintainya ? karena suka dan cinta itu berbeda"


    Regards,
    -NoHardFeeling ^^

    ReplyDelete
  2. yeahh , like i do now maybe.. :p

    do you remember what i say before in tutor ? dalam sesi pacaran,ada namanya lingkaran persahabatan.. dari lingkaran paling besar yaitu cuma mengenal nama saja ,
    kenal , tapi tidak pernah menyapa ,
    just say 'hay' when meet ,
    sering bertemu ,
    teman ngobrol ,
    teman biasa ,
    teman dekat ,
    sahabat ,
    best friend ,
    pergumulan ,
    dan di dalam pusat lingkaran itu adalah yang paling dalam yaitu pacaran..

    dari tiap-tiap tahanpan itu , semakin dalam jumlah nya pasti semakin sedikit. dari situlah kita memilih-milih siapa yang best friend kita , siapa yang cuma kenal saja , semakin kedalam kita akan tau lebih dalam juga dari kepribadian teman kita. mungkin dari situ kamu dapat memilih siapa orang yang tepat... apakah sabahat kita , best friend kita , tidak mampu membuat mu tersenyum ? kalau memang tidak , mungkin itu masih termasuk teman biasakan :p hahaha

    mungkin kalau tidak ada cinta yang abadi itu masuk di film cinta brontosaurus kali ya , cinta bisa kadaluarsa.. wkwkw

    ReplyDelete
  3. "Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan, kemudian saling mencintai.."

    Kalau ditanya "Apakah mungkin tumbuh rasa cinta di antara sahabat?", menurutku jawabannya sama kok, sangat mungkin sekali... Dan ketika rasa cinta itu datang dan tumbuh menjadi suatu perasaan yang bisa saling melengkapi satu sama lain, semua hal yang begitu sederhana bisa jadi sesuatu yang sangat indah atau bahkan hebat... Tapi yang jadi pertanyaannya, "Apakah perasaan itu benar-benar cinta ?"... Nobody really has the answer... Karena moment yang dirasakan tidak akan sama atau bahkan dirasakan berbeda oleh orang lain... Yang tau jawabannya ya cuma diri sendiri... "And how to know that ?" ... Kalau itu hanya masalah waktu. Sang waktulah yang bisa menuntun ke tempat jawabannya berada. Sepanjang berjalannya waktu, akan banyak hal akan dilalui, dan akan banyak pergumulan yang dapat dipergumulkan... Dari situ sih menurutku...

    Memang terkadang ada juga orang yang selalu berada di sampingmu, mengaku temanmu, namun sebenernya dia punya perasaan lebih dari itu dan masih belum berani untuk mengungkapkannya. Kalau ditanya "Why ?"... Mungkin karena orang itu belum siap dengan apa yang akan dihadapi dikemudian hari. Ada pepatah, "Setiap keputusan yang diambil, akan menentukan apa yang akan terjadi dikemudian hari." *menurutku*, tentu tiap keputusan ada konsekuensinya kan.., dan mungkin juga apa yang jadi pemikiran "kalau tidak mampu membuat seseorang tersenyum, maka jangan coba-coba merebut apa yang dia jaga hingga saat ini. Kalau kita cuma menuntut tanpa memikirkan perasaan orang tersebut, kita hanya akan menyakiti satu sama lain.", juga bisa menjadi pertimbangan orang-orang tersebut... ya kan ? Hahaha

    ReplyDelete
  4. "Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan, kemudian saling mencintai.."

    Kalau ditanya "Apakah mungkin tumbuh rasa cinta di antara sahabat?", menurutku jawabannya sama kok, sangat mungkin sekali... Dan ketika rasa cinta itu datang dan tumbuh menjadi suatu perasaan yang bisa saling melengkapi satu sama lain, semua hal yang begitu sederhana bisa jadi sesuatu yang sangat indah atau bahkan hebat... Tapi yang jadi pertanyaannya, "Apakah perasaan itu benar-benar cinta ?"... Nobody really has the answer... Karena moment yang dirasakan tidak akan sama atau bahkan dirasakan berbeda oleh orang lain... Yang tau jawabannya ya cuma diri sendiri... "And how to know that ?" ... Kalau itu hanya masalah waktu. Sang waktulah yang bisa menuntun ke tempat jawabannya berada. Sepanjang berjalannya waktu, akan banyak hal akan dilalui, dan akan banyak pergumulan yang dapat dipergumulkan... Dari situ sih menurutku...

    Memang terkadang ada juga orang yang selalu berada di sampingmu, mengaku temanmu, namun sebenernya dia punya perasaan lebih dari itu dan masih belum berani untuk mengungkapkannya. Kalau ditanya "Why ?"... Mungkin karena orang itu belum siap dengan apa yang akan dihadapi dikemudian hari. Ada pepatah, "Setiap keputusan yang diambil, akan menentukan apa yang akan terjadi dikemudian hari." *menurutku*, tentu tiap keputusan ada konsekuensinya kan.., dan mungkin juga apa yang jadi pemikiran "kalau tidak mampu membuat seseorang tersenyum, maka jangan coba-coba merebut apa yang dia jaga hingga saat ini. Kalau kita cuma menuntut tanpa memikirkan perasaan orang tersebut, kita hanya akan menyakiti satu sama lain.", juga bisa menjadi pertimbangan orang-orang tersebut... ya kan ? Hahaha

    ReplyDelete